Para peneliti Swiss mengembangkan robot kecil yang bisa bergeral selincah belalang. Robot itu mampu melompat sejauh 27 kali lipat daripada panjang tubuhnya. Robot tersebut akan sangat bermamfaat untuk menyurvei lokasi-lokasi yang tidak dapat dilakukan robot beroda atau berkaki.


Mirko Kovac, dari laboratorium Sistem Intelegensia Politeknik Federal Ecole Lausanne (EPFL) Swiss mengatakan, "Kami membuatnya memiliki kemampuan melompat setara dengan belalang".


Kovac dan timnya memang meniru desain sistem biomekanika belalang gurun. Mereka memamfaatkan teknik menyimpan energi yang dilakukan kutu, belalang, maupun katak. Energi disimpan menggunakan baterai berukuran mini dan saat terkumpul sampai ke puncaknya akan menggerakkan motor dan melepaskan dua buah pegas sehingga menghasilkan daya dorong sangat kuat. Hanya dalam tiga menit pengisian energi, robot dapat melompat sebanyak 320 kali.

"Lompatan biomimetik semacam ini sangat unik karena dapat dipakai robot berukuran kecil untuk bergerak ke berbagai jenis permukaan yang tidak dapat dijelajahi robot berkaki maupun robot beroda," ujar peneliti lainnya Dario Floreano. Ia mengatakan pada pengembangan selanjutnya, robot tersebut mungkin akan dilengkapi sel surya sehingga proses pengisian energi dapat terus berkesinambungan.

Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam Konferensi Internasional IEEE (International of Electrical and Electronics Engineers) di Pasadena, California, AS. Robot semacam ini menarik perhatian para peneliti robot di seluruh dunia karena berpotensi mengeksplorasi daerah-daerah yang sulit dijangkau baik di bumi maupun di planet-planet lainnya.

0 comments :

Post a Comment

 
Top