Bayi buaya mulai "bercakap-cakap" satu dengan lainnya dan dengan induk mereka beberapa saat sebelum menetas. Agaknya mereka mengeluarkan suara sebagai tanda bahwa waktunya untuk lahir sudah tiba.

"Buaya-buaya kecil itu mengeluarkan suara 'heem! hemm! hemm!' tepat sebelum menetas", tulis Amelie Vergne dan Nicolas Mathevon, dua peneliti dari Universite Jean Monnet di Saint-Etienne, Prancis, Senin (23/6) atau Selasa. "Induk buaya bereaksi sangat kuat untuk memainkan kembali panggilan prapenetasan, kebanyakan dari mereka dengan menggali pasir," tulis kedua peneliti tersebut di jurnal Current Biology.

Peneliti itu mengamati 10 buaya dan telurnya, mencatat suara yang dikeluarkan bayi-bayi buaya tersebut dan kemudian memainkannya, serta suara acak, ke induk buaya. Suara itu tampaknya menggelitik bayi buaya untuk mulai memecahkan kulit telur mereka, tulis Vergne dan Mathevon.

"Di kebun binatang kami melakukan uji coba, telur dipindahkan dalam beberapa hari setelah dikeluarkan induk buaya. Meskipun begitu, betina buaya tetap menjaga sarangnya," kata mereka.

Mathevon mengatakan, banyak bayi buaya mulai makan tepat setelah menetas, jadi mungkin penting bagi mereka semua untuk menetas secara bersama dan bagi induk mereka untuk berada di sana saat mereka menetas. "Dalam kondisi ini, penting bagi semua embrio di sarang itu untuk siap menetas pada saat bersamaan sehingga mereka semua dapat menerima perlindungan dan perawatan buaya dewasa," kata Mathevon dalam satu pernyataan.

0 comments :

Post a Comment

 
Top